Inilah Empat Cerita Rakyat Menarik Yang Patut Kamu Ketahui

Sebagai negara dengan kekayaan budaya dan riwayat, Indonesia mempunyai rangkaian narasi rakyat dari bermacam wilayah. Cerita yang telah ada semenjak leluhur dan di turunkan lewat lisan ke angkatan selanjutnya sampai didokumentasikan dalam sebuah tulisan atau buku bikin.

Bahkan juga sekarang untuk memperoleh cerita dari bermacam wilayah tak perlu kembali ribet sebab bisa mengaksesnya lewat cara online. Dari 1 daerah saja dapat diketemukan lebih satu tipe narasi rakyat. Umumnya semua cerita mendatangkan amanah untuk diambil beberapa pembaca.

Indonesia yang kaya budaya mempunyai kekayaan dalam soal folklore atau legenda, riwayat lisan, dongeng, sampai takhayul dari bermacam pelosok. Kesempatan ini kita akan bahas beberapa salah satunya lewat ulasan berikut:

Si Pitung

Kesempatan ini narasi yang tiba dari tanah Betawi jaman dulu pada periode penjajahan. Sang Pitung tercipta karena ketamakan seorang namanya Babah Liem yang menyengsarakan rakyat dengan memperbolehkan penjajahan pimpinan Schout Hayne menarik pajak tinggi dari rakyat.

Marah, Pitung yang diberi pengetahuan bela diri dari Haji Naipin bergerak bela rakyat sampai jadi maling dari beberapa rumah orang kaya. Hasil curian itu dia bagi pada masyarakat miskin, tetapi laganya mulai menggelisahkan, khususnya untuk faksi penjajahan yang berasa banyak dirugikan.

Satu hari penjajahan menyandera Haji Naipin dan Pak Piun, ayahnya Pitung sampai sukses memancing Pitung keluar. Celaka, akhir narasi kesempatan ini si pahlawan, sang Pitung tewa bersimbah darah terserang senjata api Schout Hayne dan namanya sampai sekarang ini diingat rakyat.

Legenda Rawa Pening

legenda rawa pening

Rawa Pening ialah satu tempat dengan legenda menarik di belakangnya. Alkisah jaman jaman dulu hidup sepasang suami istri, yaitu Ki Bantai dan Nyai Selakanta yang masih belum memiliki anak. Untuk minta pada Gusti, Ki Bantai bertapa di Gunung Telomoyo.

Nyai Selakanta pada akhirnya melahirkan, tetapi figurnya bukan manusia, tetapi satu ekor naga. Satu hari, pergilah naga itu yang dinamakan Baru Klinthing ke Gunung Telomoyo menjumpai Ki Bantai. Untuk memperbaiki diri jadi manusia, Baru Klinthing diperintah bertapa ke Bukit Tugur.

Nahasnya di saat bertapa, ramai masyarakat Dusun Pathok mencincang badannya sebagai sajian. Baru Klinthing menjelma jadi anak lelaki penuh cedera kelaparan yang dikucilkan semua masyarakat, terkecuali Nyi Latung. Ditancapkan lidi ke tanah sampai banjirlah dan membuat Rawa Pening. Itulah terjadinya legenda rawa pening.

Lutung Kasarung

Alkisah jaman jaman dulu ada sebuah kerajaan namanya Pasir Tangkai yang dipegang Prabu Tapa Agung dengan beberapa anak wanita. Untuk turunkan tahtanya, Prabu malah memberi amanat pada Purbasari, sang Bungsu, bukannya Purbararang, sang Pertama yang hatinya dengki.

Pergilah Prabu bertapa selanjutnya dikucilkanlah Purbasari sesudah Purbararang dan Indrajaya, tunangannya mengganti Purbasari menjadi penuh borok atas kontribusi nenek sichir. Sementara tersebut turun seorang pangeran dari kayangan namanya Pangeran Guru Minda sebagai Lutung Kasarung.

Lutung Kasarung bekerja jaga Purbasari sampai muka dan badan si putri pulih karena permintaan mereka ke kayangan. Satu hari tersingkaplah bukti jika ratu sejati Pasir Tangkai ialah Purbasari, lalu hidup berbahagialah ke-2 nya sebagai pasangan pacar sama-sama menyukai.

Timun Mas

Alkisah jaman jaman dulu hidup seorang janda namanya Mbok Srini sendirian, tanpa anak apa lagi suami. Dia minta kontribusi raksasa agar memiliki anak sampai terilhamilah dia ambil sebuah ketimun warna emas pada suatu tempat.

Didalamnya ada seorang bayi elok namanya Kementimun Mas. Sayang Mbok Srini membuat kesepakatan dengan raksasa akan memberikan Kementimun Mas nantinya saat dewasa untuk dikonsumsi oleh si raksasa. Saat waktunya datang, Kementimun Mas larikan diri dengan bermacam bekal.

Setiap dikejar, Kementimun Mas melempar isi bingkisan itu. Diawali pada kementimun, jarum, garam, dan terasi. Kementimun Mas pada akhirnya betul-betul selamat sesudah melempar bingkisan paling akhir, yakni terasi yang beralih menjadi lautan lumpur mendidih.

Banyak sekali legenda dan narasi rakyat dari bermacam pelosok Indonesia. Tiap cerita berpesan kepribadian buat diteladani oleh semua pembaca atau pendengarnya. Cerita-kisah itu telah kita mengenal sejak jaman sekolah dasar dari guru dan orangtua. Narasi rakyat yang mana paling kamu gemari?