Fungsi Audit dan Jenis – Jenis Audit Dalam Akuntansi

Banyak dari auditor pemula yang tidak menguasai dasar – dasar audit. Entah karena kurang nya pengalaman atau karena pengalaman yang kurang memadai. Pada dasarnya audit adalah kebalikan dari pekerjaan akuntansi pada umumnya, karena hanya memeriksa pekerjaan dari akuntansi. Di kesempatan ini saya akan coba membahas tentang teknik dasar dalam auditing. Dari pengertian audit dan praktek implementasinya.


Auditing adalah suatu proses sistematis yang secara objektif memperoleh serta mengevaluasi bukti mengenai asersi tentang kegiatan ekonomi untuk memberikan keyakinan kepada pihak yang berkepentingan.

Jadi, tujuan dari audit adalah memberikan keyakinan terhadap laporan keuangan yang sudah di susun oleh manajemen. Tentu saja kita tidak dapat menjamin 100% karena standar audit sendiri menggunakan metode sampling yang berarti tidak mungkin 100% data bisa di cek.

 

Bingung ? mending langsung pakai jasa ahlinya saja disini : Jasa audit 

 

 

Kemudian untuk apa kita melakukan audit ? sebenarnya apa fungsi nya ? bagaimana jika kita tidak melakukan audit ?

  • Mengevaluasi kinerja entitas, kebanyakan fungsi dari audit digunakan untuk mengevaluasi kinerja suatu entitas. Yang di maksud dari kinerja bukan hanya dari output saja akan tetapi bisa secara menyeluruh dari input dan proses nya.
  • Meminimalkan kesalahan dan fraud, audit juga berfungsi untuk memastikan bahwa kesalahan dan fraud tidak ada di dalam entitas tersebut. Entitas juga di tuntut untuk menjalankan operasional sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  • Meningkatkan kinerja entitas, setelah proses pemeriksaan audit berlangsung biasanya akan ada rekomendasi untuk entitas. Dari rekomendasi ini biasanya bisa digunakan oleh entitas untuk meningkatkan kinerja entitas karena di dalam rekomendasi itu terdapat kelemahan dari entitas dan cara menanggulangi nya.

Pada umumnya secara teori ketiga alasan tersebut adalah yang menjadi fungsi dari audit tersebut. Akan tetapi pada prakteknya sangat jarang perusahaan yang mengharapkan fungsi tersebut dari audit yang di lakukannya. Kebanyakan dari mereka di audit karena kebutuhan lainnya, seperti pinjaman bank atau permintaan dari pemegang saham.

Ada banyak jenis audit, masing – masing mempunyai fungsi yang berbeda dan tujuan yang berbeda, sehingga hasil akhir nya pun berbeda.

  • Audit finansial, objek utama dari audit finansial ini adalah laporan keuangan. Entah hanya memberikan pendapat atau memberikan keyakinan kepada pihak yang berkepentingan. Tujuan dari audit ini bukan lah untuk mencari kesalahan akan tetapi untuk menilai laporan keuangan dan meminimalisasi fraud.
  • Audit kinerja, audit seperti ini biasanya dilakukan untuk mengevaluasi kinerja dari sebuah entitas. Seperti biasanya audit ini adalah untuk meningkatkan kinerja dalam suatu entitas.
  • Audit kepatuhan, audit seperti ini biasanya dilakukan untuk melihat operasional dari suatu entitas sudah berjalan sesuai dengan SOP yang berlaku atau belum.

Sebenarnya masih banyak jenis audit yang ada, akan tetapi yang berhubungan dengan laporan keuangan akuntansi hanya 3 ini saja.